KONFLIK ORGANISASI….

Posted on 7 Desember 2011

0


Pengertian Kelompok dan Kelompok Kerja
• Kelompok
– kumpulan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi untuk suatu tujuan tertentu yang dipahami bersama. “ two or more people who interact and influence each other toward a common purpose “
• Kelompok Kerja
– kelompok yang disusun oleh organisasi dengan tujuan untuk menjalankan berbagai pekerjaan yang terkait dengan pencapaian tujuan organisasi

Karakteristik Kelompok
• Merupakan kumpulan yang beranggotakan lebih dari satu orang, yang berarti adanya karakteristik yang berbeda dari setiap orang
• Adanya interaksi diantara kumpulan orang tersebut
• Adanya tujuan bersama yang ingin dicapai

Kelompok Kerja Formal dan Informal
• Kelompok Kerja Formal
– adalah kelompok kerja yang dibentuk atau disusun secara resmi oleh manajer dimana kelompok kerja tersebut diberikan tugas dan pekerjaan yang terkait dengan pencapaian tujuan organisasi
– Kelompok Kerja Informal
– kelompok kerja disusun atau tersusun dengan sendirinya ketika beberapa anggota dari organisasi yang kegiatannya biasanya tidak terkait langsung dengan rencana-rencana rutin dari organisasi, namun secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja dari orang-orang dalam organisasi

Bentuk Kelompok Kerja Formal
• kelompok kerja langsung (command team)
• kepanitiaan (committee)
• kelompok kerja temporal atau khusus (task force team/specific team)

Tahapan dalam Pembentukan
dan Interaksi Tim Kerja
• Pembentukan (Forming)
• Penguatan (Storming)
• Penyesuaian (Norming)
• Perwujudan (Performing)
• Pencarian (Adjourning)

Peran Kepemimpinan
dalam Kelompok Kerja
• Pemimpin Formal
– seseorang yang ditunjuk atau ditugaskan secara formal oleh organisasi untuk memimpin orang-orang dalam melakukan suatu pekerjaan
• Pemimpin Informal
– seseorang yang secara alamiah dianggap mampu memainkan perannya sebagai pemimpin ketika kelompok kerja telah bekerja dan saling berinteraksi
Norma dalam Kelompok Kerja
• Norma
– sesuatu yang diterima dan disepakati oleh kelompok sebagai aturan yang mengontrol perilaku dan tindakan mereka
Solidaritas dan Integritas
dalam Kelompok Kerja
• Pengertian Solidaritas dan Integritas
– tingkat kekompakan dan rasa memiliki, serta pandangan positif para anggota kelompok terhadap kelompok mereka sendiri
– Cara Membentuk Solidaritas dan Integritas
– Memperkenalkan kompetisi atau persaingan antar kelompok kerja dalam pengertian positif
– Meningkatkan tingkat interaksi antar anggota dalam kelompok kerja
– Mengangkat isu bersama berupa tujuan atau target-target yang harus dicapai bersama
Konflik dalam Kelompok Kerja
• Konflik antar bawahan di bagian yang sama dalam sebuah organisasi
• Konflik antara bawahan dan pimpinan di bagian yang sama dalam sebuah organisasi
• Konflik antar bawahan di bagian yang berbeda dalam sebuah organisasi
• Konflik antara pimpinan dan bawahan di bagian yang berbeda dalam sebuah organisasi
• Konflik antar pimpinan bagian yang berbeda dalam sebuah organisasi.
• Dan lain sebagainya
Sumber Konflik
• faktor komunikasi (communication factors)
• faktor struktur tugas maupun struktur organisasi (job structure or organization structure)
• faktor yang bersifat personal. (personal factors)
• faktor lingkungan (environmental factors)

Pendekatan dalam
Manajemen Konflik Program Yang dijalankan
Stimulasi Konflik • Peningkatan persaingan antar individu dan kelompok
• Pelibatan pihak eksternal ke dalam bagian dimana konflik terjadi
• Perubahan aturan main atau prosedur yang ada
Pengendalian Konflik • Perluasan penggunaan sumber daya organisasi
• Peningkatan Kordinasi dalam organisasi
• Penentuan tujuan bersama yang dapat mempertemukan berbagai pihak yang terlibat dalam konflik
• Mempertemukan perilaku dan kebiasaan kerja dari para pegawai
Penyelesaian
Dan
Penghilangan Konflik • Penghindaran Konflik dengan jalan penghindaran sumber-sumber konflik
• Intervensi terhadap pihak-pihak yang terlibat konflik untuk melakukan kompromi
• Mengakomodasi keinginan pihak-pihak yang terlibat konflik dalam suatu forum penyelesaian konflik.

UPAYA YANG BERSIFAT INDIVIDUAL UPAYA YANG BERSIFAT ORGANISASIONAL
Peningkatan kemampuan mendengarkan Tindak lanjut dari setiap komunikasi
yang dilakukan
Dorongan untuk berkomunikasi dua arah
Peningkatan kesadaran dan kemampuan dalam
memahami pesan dan informasi Pengaturan pola komunikasi yang semestinya
dilakukan dalam organisasi
Pemeliharaan Kredibilitas Individu Peningkatan kesadaran dan penggunaan
berbagai media dalam berkomunikasi
Peningkatan pemahaman terhadap orang lain

Posted in: Tak terkategori